Estimasi baca: 4 menit
Empat minggu sebelum soft opening sebuah padel club di Jakarta Timur, saya menerima telepon dari pemiliknya.
Instagramnya sudah tidak posting selama lebih dari tiga bulan. Tidak ada sistem booking. Tidak ada strategi konten. Tidak ada database customer. Dan tanggal opening sudah terkunci: 5 Juli 2026.
Yang memperumit semuanya: si pemilik akan berangkat ke luar negeri dan baru kembali 5 hari sebelum opening day.
Empat minggu. Pemilik di luar negeri. Industri yang belum pernah Naikreatif tangani sebelumnya.
Respons saya? Iya, kita kerjakan.
Kenapa Saya Bilang Iya Padahal Banyak Alasan untuk Tidak
Saya jujur ada momen singkat di mana saya berpikir dua kali.
Naikreatif sudah bantu 270+ brand tumbuh sejak 2015. F&B, properti, fintech, FMCG – kami punya sistem yang sudah teruji di banyak industri. Tapi padel? Ini pertama kalinya kami pegang klien padel club. Dan timeline-nya bukan hanya ketat – ini hampir tidak masuk akal.
Tapi saya punya satu keyakinan yang sudah terbukti berulang kali di 10 tahun membangun agency:
Pengalaman di industri tertentu itu overrated. Yang lebih penting: sistem yang bisa diadaptasi, dan tim yang bisa belajar cepat.
Padel bukan alien. Di baliknya ada manusia yang ingin dicari, dikenal, dan dipercaya. Dan itu persis yang kami bantu setiap harinya.
Apa yang Kami Lakukan dalam 4 Minggu
Karena pemiliknya tidak bisa hadir secara fisik, komunikasi kami harus crystal clear sejak hari pertama. Kami kirim pesan WhatsApp yang merinci rencana minggu per minggu bukan sekadar “kami akan handle semuanya,” tapi breakdown konkret:
Minggu 1–2: Drafting strategy, content plan, dan countdown posts. Membangun fondasi dari nol mulai dari tone of voice sampai visual identity konten.
Minggu 3: “Menghidupkan” Instagram kembali. Konsisten posting setelah lebih dari 3 bulan silence.
Minggu 4: Full push menuju opening day. Community outreach, free trial campaign, dan booking funnel yang baru kami bangun dari awal.
Hasilnya? Menjelang opening day, registrasi free trial sudah datang dari komunitas padel di seluruh Jakarta bahkan dari lokasi yang sama sekali tidak kami targetkan sebelumnya. Instagram yang tadinya diam total menjadi aktif dan hidup. Booking masuk sebelum ribbon bahkan dipotong.
3 Pelajaran Leadership yang Saya Bawa dari Proyek Ini
1. Pengalaman industri itu bisa dipelajari. Sistem yang kuat itu tidak bisa diimprov.
Kami bukan tiba-tiba jadi ahli padel dalam 4 minggu. Yang kami lakukan adalah mengaplikasikan sistem yang sudah terbukti strategy, content, community, speed ke konteks baru. Dan itu bekerja.
Ini mengubah cara saya melihat “kesiapan.” Banyak leader menunggu sampai mereka merasa cukup siap sebelum masuk ke sesuatu yang baru. Tapi seringkali, yang mereka butuhkan bukan pengetahuan baru mereka butuh kepercayaan bahwa sistem yang sudah ada cukup kuat untuk dibawa ke tempat baru.
2. Ketika klien tidak bisa hadir, kejelasan adalah kehadiran Anda.
Ini mungkin insight yang paling saya bawa dari proyek ini.
Pemiliknya ada di luar negeri hampir sepanjang project berjalan. Kami tidak bisa rapat tatap muka. Tidak bisa minta approval sambil minum kopi. Yang kami punya hanyalah komunikasi tertulis yang harus cukup jelas untuk dibaca dari ujung dunia sekalipun dan cukup konkret untuk membuat klien bisa tidur tenang meski timnya sedang kerja keras di Jakarta.
Sebuah rencana yang cukup jelas untuk dibaca dari negara lain dan membuat klien merasa tenang itu nilainya jauh lebih tinggi dari satu meeting tatap muka yang ambigu.
3. Makin ketat timeline, makin butuh struktur – bukan improvisasi.
Ini counter-intuitive, tapi ini benar.
Ketika waktu mepet, instinct pertama banyak orang adalah “gerak cepat, improvisasi di jalan.” Yang kami lakukan sebaliknya: investasikan waktu di awal untuk membuat struktur yang detail, lalu eksekusi dengan disiplin.
Kami tidak bergerak lebih cepat karena improvisasi. Kami bergerak lebih cepat karena semua orang di tim tahu persis apa yang harus dilakukan di setiap minggu tanpa perlu menunggu instruksi baru setiap hari.
Refleksi untuk Anda yang Sedang Mempertimbangkan Proyek Baru
Kalau Anda seorang founder atau leader yang sedang ditawari sesuatu di luar zona nyaman Anda — proyek baru, industri baru, timeline yang gila — satu pertanyaan yang saya selalu tanyakan ke diri sendiri:
Apakah timnya kuat cukup untuk belajar ini bersama klien, dalam waktu yang ada?
Bukan: “Apakah kita sudah pernah melakukan ini sebelumnya?”
Dua pertanyaan yang terlihat mirip itu membawa ke keputusan yang sangat berbeda.
FAQ
Apa itu padel dan kenapa relevan untuk bisnis? Padel adalah olahraga raket yang sedang tumbuh pesat di Indonesia, terutama di kalangan profesional urban. Dari perspektif bisnis, padel club adalah sports & recreation venue dengan kebutuhan branding dan digital marketing yang tidak berbeda jauh dengan F&B atau fitness — membutuhkan community building, booking system, dan konten yang konsisten.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk launch digital presence sebuah venue baru? Dari pengalaman kami, fondasi digital yang solid — konten, community outreach, dan booking funnel — bisa dibangun dalam 4–6 minggu kalau strategy-nya clear dari awal dan tim klien kooperatif dalam penyediaan konten visual. Yang menentukan bukan lamanya waktu, tapi kejelasan struktur kerja mingguan.
Apa yang harus disiapkan sebelum soft opening sebuah venue? Minimal tiga hal: Instagram yang aktif setidaknya 2–3 minggu sebelum opening (bukan langsung ramai di hari H), database customer awal dari free trial atau pre-registration, dan sistem booking yang berjalan sebelum opening day — bukan sesudahnya.
Yunus Halim Tjhin adalah Founder & CEO Naikreatif, digital branding agency yang telah membantu 270+ brand tumbuh sejak 2015. Berbasis di Alam Sutera, Naikreatif adalah anggota Strategic Asia Marketing Alliance (SAMA), jaringan independent agency se-APAC.

